GLobal Warming – Menurut penelitian, selama ratusan tahun terakhir suhu rata-rata Bumi saat ini telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C atau dalam Farhenheit 1.33 ± 0.32 °F.

Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah, Apa yang yang mengakibatkan suhu global meningkat?…

Seputar Pemanasan Global

Yang dimaksud dengan Pemanasan Global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Pengertian Pemanasan Global
Sumber : wallpaperstock.net

banyak yang beranggapan bahwa, sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca.

Saya hanya ingatkan, kalau efek rumah kaca atau ulah manusia hanyalah sebuah kesimpulan, yang walaupun telah dikemukakan oleh kurang lebih 30 badan ilmiah dan akademik, tetapi untuk kebenarannya masih diperdebatkan

Peyebab Pemanasan Global Menurut para Ahli

1. S Fred Singer dan Dennis T Avery

Unstoppable Globalm Warming
Unstoppable Globalm Warming

Didalam buku Unstoppable Global Warming “Every 1,500 Years” . Mereka menegaskan bahwa pemanasan global merupakan peristiwa cuaca atau fenomena alam yang biasa terjadi selama 1.500 tahun,

S. Fred Singer dan Dennis T. Avery terlihat sangat serius untuk menyerang asumsi, hipotesis, dan teori pemanasan global yang selama ini dipahami dunia.

Salah satu ofensif ilmiah dari buku ini adalah serangannya terhadap asumsi bahwa emisi gas karbondioksida (CO2) di atmosfer sebagai penyebab memanasnya Planet Bumi.

mereka membantahnya dengan fakta historis yang ditemukan, bahwa konsentrasi CO2 yang berlebih di udara justru menguntungkan kehidupan.

periode panas seperti terjadi sekarang adalah bukan satu masa terpanas karena ribuan tahun lalu kondisi lebih parah sudah berulangkali terjadi, malah saat itu dunia belum mengenal emisi CO2.

Dari kumpulan data dan analisis pakar ini, S. Fred Singer dan Dennis T. Avery mengajukan asumsi bahwa pada jutaan tahun terakhir ini telah terjadi 600 periode panas dan 599 periode dingin yang datang silih berganti setiap 1.500 tahun.

Keyakinan ilmiah inilah yang akhirnya mendorong kedua pakar menyerang habis-habisan Panel Internasional untuk Perubahan Iklim (IPCC), PBB, dan Protokol Kyoto.

Habibullo Abdussamatov

Habibullo Abdussamatov
Sumber : nw-connection.com

Mengambil kesimpulan dari Mars yang juga mengalami pemanasan.

Abdussamatov menyatakan “pemanasan Mars adalah bukti bahwa pemanasan global di Bumi sekarang disebabkan oleh matahari, bukan akibat ulah manusia”

Ia menambahkan juga “Peningkatan jangka panjang pemancaran matahari memanaskan baik Bumi dan Mars,”

Mars dan Bumi telah mengalami zaman es pada sejarah mereka. “Pemanasan rumah kaca akibat manusia memberikan sedikit kontribusi terhadap pemanasan Bumi, tetapi tidak sebanding dengan peningkatan pancaran Matahari,” ujar Abdussamatov.

Dengan mempelajari ketidaktetapan suhu matahari, Abdussamatov percaya ia dapat melihat pola yang cocok terhadap iklim pada Bumi dan Mars.

Seluruh planet mengalami wobble karena melakukan perjalanan mengitari matahari. Wobble Bumi disebut siklus Milankovitch dan muncul antara setiap 20.000 sampai 100.000 tahun.

Ketidaktetapan tersebut merubah poros Bumi dan jaraknya dari matahari dan diduga menyebabkan zaman es pada Bumi.

Abdussamatov juga menyatakan bahwa karbon dioksida hanya memberikan sedikit pengaruh terhadap iklim Bumi dan tidak memberikan pengaruh terhadap Mars.

“Pemancaran matahari mulai berkurang pada tahun 1990-an, dan tingkat minimum akan tercapai kira-kira tahun 2040,” menurut Abdussamatov. “Sehingga akan menyebabkan pendinginan iklim Bumi dalam waktu 15 sampai 20 tahun.”

Prof. Bjarne Andresen

bjarne andresen
Sumber : magisterbladet.dk

Ia berasal dari Universitas Kopenhagen. Professor Bjanre Anresen menganggap bahwa isu pemanasan global lebih kental unsur politisnya daripada ilmiahnya.

Beliau yang bekerjasama dengan Prof. Christopher Essex dari Universitas Ontario Barat dan Prof. Ross McKitrick dari Universitas Guelph, keduanya di Ontario Kanada telah mencoba menganalisis topik tentang pemanasan global ini dan telah mereka publikasikan dalam Jurnal Non-Equilibrium Thermodynamics.

Pernyataan tentang terjadinya pemanasan global yang diberikan oleh para pakar yang pro didasarkan pada asumsi umum atmosfer Bumi dan lautan menjadi hangat dalam 50 tahun terakhir yang terjadi akibat kecenderungan (trend) naiknya suhu global yang merupakan hasil dari perhitungan njelimet dan perata-rataan suhu udara yang diukur di seluruh dunia.

Menurut Prof. Andresen yang pakar termodnamika, adalah tidak mungkin berbicara tentang suhu sendirian pada sesuatu yang rumit seperti iklim di Bumi.

Suhu hanya bisa ditentukan pada sebuah sistem yang homogen. Lebih dari itu, iklim tidak dibentuk oleh suhu sendirian.

Perbedaan suhu akan menyebabkan terjadinya sebuah proses dan menghasilkan badai, arus laut dan lain-lain yang membentuk iklim.

Menurut beliau metode yang sekarang digunakan untuk menentukan suhu global dan kesimpulan yang diambil dari metode tersebut lebih bersifat politis daripada ilmiah.

Henrik Svensmark and Eigil Friis-Christensen

sinar kosmik penyebab pemanasan bumi
Sumber : teamup.com

Menurut mereka, faktor utama yang kemungkinan besar menjadi penyebab utama dari perubahan iklim di Bumi adalah sinar kosmik, dan bukan gas rumah kaca.

Sekitar sepuluh tahun yang lalu mereka berhipotesa bahwa sinar kosmik dari angkasa mempengaruhi iklim di Bumi dengan cara mempengaruhi pembentukan awan di atmosfer bagian bawah.

Hipotesa ini didasarkan pada adanya korelasi yang kuat antara tingkat radiasi kosmik dan penutupan awan dimana semakin besar radiasi kosmik semakin besar pula penutupan awan. Awan mendinginkan iklim di Bumi karena ia memantulkan kembali sekitar 20% radiasi Matahari ke angkasa.

Menurut mereka, selama abad ke-20 pemasukan (influx) cahaya kosmik berkurang akibat berlipatgandanya medan magnetik Matahari yang memperisai (menghalangi) Bumi dari sinar kosmik.

Berdasarkan pada hipotesa di atas, sedikitnya radiasi kosmik berarti sedikit pulalah terjadinya pembentukan awan di atmosfer Bumi. Akibatnya, suhu di Bumi menjadi hangat, seperti yang terjadi sekarang ini.

Untuk yang tertarik dengan pendapat yang kontra (atau yang mengkritisi) apa yang disampaikan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dan film An Inconvenienth Truth, silahkan menonton The Great Global Warming Swindle.

Kesimpulan

Sejauh ini sebenarnya masih terjadi pro dan kontra tentang pemanasan global ini (dan juga penyebab utamanya), karena selain mereka yang marak menyuarakan terjadinya pemanasan global dengan (salah satu) indikator naiknya suhu permukaan Bumi, ada juga sebagian ahli yang masih menyangsikan data naiknya suhu permukaan yang dikemukakan oleh mereka yang pro tersebut.

Selain itu, faktor utama penyebab pemanasan global pun masih jadi perdebatan dan diskusi yang hangat hingga akhir ini.

“GLOBAL WARMING”

Hi.. Masih ada banyak hal yang harus diketahui:


0 Komentar

Tinggalkan Balasan