anonim – Paradox selalu membuat orang yang ingin menjawabnya menjadi bingung/dilema seperti perasaan pria saat seorang wanita cantik memperhatikannya :D, tapi dari sekian banyaknya paradox yang ada, Omnipotence Paradox adalah paradoks yang paling banyak menuai kontraversi, ada yang sampai memperdebatkan, ada yang malas tahu, ada juga yang memikirkan jawabanya sampai dia malas tahu, ada juga yang mencari jawabanya di google, pasti tahulah siapa.

Mengenal Omnipotence Paradox

Apa Itu Omnipotence Paradox

Sudah tidak diragukan lagi mengapa paradoks ini penuh drama, yap.. paradox ini menyangkut ke-Tuhanan yang maha Esa, seperti yang kita tahu bahwa Tuhan adalah Dzat yang maha kuasa, dan tak ada yang mustahil jika Tuhan sudah berkehendak.

Isi Paradoks

Omnipotence Paradox / paradoks ke-mahakuasaan itu berbunyi :

“Jika Tuhan Mahakuasa / bisa, bisakah Tuhan menciptakan batu yang sangat berat, sehingga Tuhan tidak bisa mengangkatnya”.

Premis yang timbul

Jika berpendapat Tuhan bisa, berarti tuhan tidak maha kuasa karena tidak bisa mengangkat batu tersebut, dan jika berpendapat Tuhan tidak bisa, berarti Tuhan tidak maha kuasa.

GAMBAR-1-OMNIPOTENCE-PARADOX-THOERY-ID

Menjawab Omnipotence Paradoks – Tuhan Mahakuasa

Cara Menjawab Pertanyaan Logika

Bagaimana cara menjawab pertanyaan ‘konyol’ ini, untuk menjawab sebuah kalimat yang membingungkan / pertanyaan logika seperti biasa saya selalu melihatnya dari berbagai sudut pandang, seperti kata pepatah “ubah cara pandangmu maka hidupmu akan berubah”, karena terkadang sebuah kalimat yang di tulis dengan benar, belum tentu maksud dari kalimat itu masuk akal dan biasanya kalimat yang tak masuk akal selalu berhubungan dengan keTuhanan, contoh perhatikan kalimat bergaris bawah pada paradox ini

jika Tuhan maha kuasa, bisakah Tuhan menciptakan batu yang sangat berat, sehingga Tuhan tidak bisa mengangkatnya.

Kenapa saya menggaris bawah kalimat “tidak bisa”. Untuk kalimat “tidak bisa” bagi manusia memang adalah hal yang wajar, tapi jikalau kalimat itu berkaitan dengan Tuhan maka kalimat itu dapat dikatakan tak masuk akal karena “Tuhan maha BISA”.

Dapat disimpulkan bahwa kalimat yang bergaris bawah memang di tulis dengan benar tapi maknanya tak masuk akal, mengapa dikatakan tak masuk akal, seperti yang kita tahu bahwa kekuatan Tuhan tak bisa diukur pakai rumus fisika, karena tak terbatas/tak terhingga, dan bahkan tak terhitung, dan satu-satunya benda yang beratnya tak terbatas atau tak terhingga atau tak terhitung adalah benda itu “tidak ada”.

BLANK-THEORY-ID

Menyimpulkan Isi Paradoks

= Bisakah Tuhan Menciptakan, “benda yang Tuhan tidak bisa mengangkatnya

= Bisakah Tuhan menciptakan, “Tidak Ada

Berarti, jika diuraikan inti dari paradox ini berbunyi : “Bisakah Tuhan Menciptakan benda, yang tidak ada?”

Dan dapat disimpulkan bahwa paradoks ini memerintahkan Tuhan untuk MENCIPTAKAN BENDA “TIDAK ADA”, dan kalau saya jadi Tuhan, saya akan bertanya “adakah benda yang tidak ada”? Karena yang namanya menciptakan berarti mewujudkan/ meng-adakan sesuatu yang tidak ada/agan-angan menjadi ada/berwujud.

Wow ini adalah teka teki permainan kata yang menyenangkan, Coba pikir baik baik, menciptakan/ mewujudkan/ meng-adakan benda menjadi tidak ada, tidak masuk akal bukan?, bukan cuman itu saja, paradox aneh ini juga mengejek Tuhan bisa mengangkat benda tersebut atau tidak?


OMNIPOTENCE PARADOX SOLVED

Kesimpulan

Jadi, sebelum berpendapat tuhan bisa atau tidak bisa menciptakan benda tersebut, kita harus tahu dulu benda itu ada atau tidak ada, jika bingung dengan paradox ini kita bisa mengambil contoh lain seperti “bisakah sebuah benda naik kebawah” kalimat ini tidak masuk akal bukan?…, iya kan, karena yang namanya tidak ada berarti belum diciptakan atau tidak diciptakan.

Bagaimana Sob, sudah bisa tidur sekarang? :D, kalau belum mengerti, dibaca ulang lagi Sob dan pikir lagi, dipikir lagi, pikirkan lagi. Jika belum bisa mengerti juga, periksa otak Sobat ada atau tidak?, karena ini bukan tentang can or can’t, tapi tentang ada atau tidak. 😀

Sejarah Omnipotence Paradox

Omnipotence

Kata Omnipotence berasal dari kata bahasa latin yaitu omne artinya segalaya/ semaunya dan potence artinya kuasa. Sehingga Omnipotence / Omnipotent dapat diartikan sebagai maha kuasa.

Paradox

Untuk kata paradoxnya sendri, Sobat bisa cari referensinya di wikipedia atau atau situs terpercaya lainnya,

Omnipotence Paradox = Paradoks Mahakuasa

Pencipta Omnipotence Paradox

Asal muasal atau pencipta omnipotence paradox ini adalah Ibnu Rusyd sejak abad ke-12, kemudian oleh Thomas Aquinas.

dan kemudian pertanyaan logika ini banyak dikemukakan oleh orang – orang Atheis (tidak ber-Agama).

Contoh Omnipotence Paradox

Sebenarnya ada juga contoh omnipotence paradox lainnya misalnya “apakah Tuhan bisa menolak dirinya sendiri?..” jawabannya sama saja seperti paradoks ke-Tuhanan lainnya. yaitu bahwa “kalimatnya yang tidak masuk akal” karena yang dibahas adalah TUHAN.

Referensi Omnipotence Paradox -Tuhan mahakuasa

JIka Diperhatikan, Semua Paradoks tentang Kemahakuasaan Tuhan selalu berkaitan dengan sifat – sifat yang ada pada Tuhan, Lalu dari sifat – sifat itu dicari kebalikannya, dan ditambahkan dengan kata bisakah. contoh dibawah ini

  • Tuhan Maha adil
  • Tuhan Maha baik
  • Tuhan Maha melihat
  • Tuhan Maha mendengar
  • Dll

Yang kemudian diubah menjadi:

  • Bisakah Tuhan tidak adil
  • Bisakah Tuhan Berbuat jahat
  • Dll

Semua itu kembali lagi pada diri kita, Bukan tidak bisa, tapi Tuhan tidak Akan melakukan itu, karena itu adalah sifat yang mustahil ada pada Tuhan. Jadi sudah Pasti jawaban dari Paradoks tentang Tuhan adalah aklimatnya tidak masuk akal. karena yang dibahas adalah Tuhan.

Semoga bermanfaat Theory kali ini, seperti biasa, terima kasih telah berkunjung, Jangan lupa tinggalkan jejak apapun itu dengan berkomentar di bawah ini

“PARADOX”

Postingan Paradoks Lainnya :


5 Komentar

Dwi · Maret 21, 2019 pada 5:23 am

Terimakasih theory.id atas penjelasannya yang begitu sederhana…
setelah membaca artikel ini saya jadi bisa menjabarkan theori ini melalui cara lain…

    Theory Team · Maret 21, 2019 pada 6:09 am

    Terimakasih atas responnya

Alfian · Agustus 25, 2019 pada 3:37 pm

Saya lebih mengerti tentang omnipotence paradox disini, bahkan dibandingkan dgn di wikipedia

    Theory Team · Agustus 25, 2019 pada 4:00 pm

    Trmkasih ats kunjungannya, semoga bermanfaat

    Aditya cahya ramdani · Agustus 26, 2019 pada 12:18 am

    Setuju

Tinggalkan Balasan