Sponsored
Categories: PARADOX

PARADOKS PINOKIO: “My Nose Grows Now!”

Sponsored

Paradoks adalah suatu kiasan di mana pernyataan tampak bertentangan dengan dirinya sendiri. Jenis pernyataan ini dapat digambarkan sebagai paradoks. Seperti paradoks Pinokio yang akan dibahas ini

Selama ini kita membaca Novel Pinokio Sepertinya tidak ada yang salah dengan jalan ceritanya, seperti Pinokio berkata “Aku Sakit” dan kenyataannya dia baik-baik saja maka hidungnya akan Memanjang, yah.. namanya juga sebuah Karangan.

Tetapi dalam paradoks Pinokio, itu adalah hal yang membingungkan

Sumber: R. John Wright

Apa itu Paradoks Pinokio?

Paradoks Pinokio atau dalam bahasa inggri Pinocchio paradox adalah paradoks yang timbul akibat perkataan pinokio, perkataan ini penuh kontradiksi, yang jika ingin dijawab, akan membawa kita ke satu titik yang serba salah

Dikisahkan, Jika pinokio berkata bohong, maka hidungnya akan memanjang, dan jika berkata jujur maka hidungnya akan kembali menyusut.

Dan, Panjang Hidungnya akan terus memanjang jika ia terus berbohong, demikian juga, Jika ia terus jujur hidungnya terus menyusut sampai kembali seperti Semula

Isi Paradoks Pinokio

Paradoks muncul ketika Pinokio Berkata:

“Hidungku Akan Memanjang sekarang”

Mengingat kisahnya, jika Pinokio berbohong, maka hidungnya akan memanjang, dan begitu juga sebaliknya,

Premis Paradoks Pinokio

  • Jika hidungnya memanjang, berarti ia tidak berbohong, yang berarti juga harusnya hidungnya akan Menyusut
  • jika hidungnya Menyusut, Berarti ia tidak jujur, yang juga berarti harusnya hidungnya akan memanjang

Lalu apa yang akan terjadi? Memanjang atau tidak itu adalah hal yang salah sekaligus membenarkannya, ini selalu berputar putar tanpa akhir.

Menjawab Paradoks Pinokio

Solusi untuk Masalah ini sebenarnya cukup sederhana, tapi untuk menjelaskannya cukup rumit

begini saja, INGAT!. perkataan “Hidungku akan memanjang sekarang” bukanlah sebuah kebohongan atau kejujuran, melainkan hanya kesalahan atau kebenaran

sama seperti Pinokio berkata “Besok PERSIJA akan menang melawan CHELSEA di final” dan ternyata PERSIJA kalah, ini hanya salah prediksi bukan berbohong. tidak dikisahkan jika Hidung Pinokio akan memanjang jika ia berbuat salah.

Jadi, Jawabannya simpelnya adalah Tidak akan ada yang terjadi dengan Hidung Pinokio

Sejarah Paradoks Pinokio

Pinokio adalah boneka kayu dalam novel “The Adventures of Pinocchio” Ciptaan Carlo Collodi asal Italia pada tahun (1883), Novel yang kemudian diadopsi menjadi film ini ditujukan untuk anak anak. animasi boneka pinikio diceritakan dia dihukum untuk setiap kali ia berbohong hidungnya akan terus memanjang.

Tidak ada batasan panjang hidungnya. bahkan pada satu titik, karena ia terus berbohong hidungnya terus tumbuh melalui pintu kamar.

Sumber: Resensi Kiky – Ila Rizky

Pada Februari 2001 ada seorang gadis Veronique yang berusia 11 tahun. Veronique adalah putri dari seorang pesialis dalam logika dan filsafat yang bernama Eldridge-Smith,

Pada saar itu Peter Eldridge-Smith sedang menjelaskan paradoks pembohong kepada 2 anaknya Veronique dan kakanya Veronique, kemudian ia meminta anak-anaknya itu untuk membuat sebuah paradoks versi mereka sendiri.

Kurang dari 1 jam, Veronique menemukan sebuah paradoks Apa yang terjadi jika Pinokio berkata, “Hidungku akan tumbuh”.

Eldridge-Smith menyukai rumus dari paradoks yang disarankan oleh putrinya itu dan menulis artikel tentang masalah ini. Kemudian Artikel itu diterbitkan dalam jurnal Analysis , dan akhirnya paradoks Pinokio menjadi populer Hingga sekarang.

Sumber: TeePublic

Kesimpulan

Pinokio didefinisikan sebagai ‘makhluk yang hidungnya tumbuh jika dan hanya jika dia mengucapkan bohong’. perkataannya tentang ‘hidungku sekarang akan tumbuh’ tidak akan merubah apapun, karena itu hanyalah “kesalahan” bukan “kebohongan”.

ini adalah hal yang berbeda

Saat kita berkata tentang apa yang sudah kita ketahui, tetapi kita memilih untuk berkata tidak jujur, adalah Kebohongan

Saat kita berkata tentang apa yang belum kita ketahui, tetapi ternyata apa yang diduga itu tidak benar, adalah Kesalahan

Lihat Pula

Referensi

+42
0
Sponsored
Theory Team

Tak ada batasan untuk berpikir

This website uses cookies.