Teori tentang adanya sebuah objek di Jagad raya yang sangat besar, padat dan menelan apapun termsuk cahaya telah ada selama berabad-abad, seperti black hole yang diprediksi oleh teori relativitas umum Einstein, yang menunjukkan bahwa ketika sebuah bintang masif mati, ia meninggalkan inti sisa yang kecil dan padat.

Misteri Foto Lubang Hitam
S: Newsweek

Mengenal Black Hole

Yang dimaksud dengan Black Hole atau dalam bahasa indonesia Lubang Hitam adalah salah satu bagian dari alam semesta, lubang hitam yang berada di luar angkasa telah menjadi misteri teka teki yang mengusik rasa penasaran para ilmuwan sejak puluhan tahun yang lalu.

Benda raksasa ini memiliki gaya garvitasi yang sangat besar, bahkaan ribuan kali dibanding dengan matahari. Seperti monster yang sangat kelaparan, Black Hole akan melahap atau melenyakpakan apapun yang ditarik olehnya bahkan cahaya.

Jarak, Ukuran, dan Letak Black Hole

Untuk jarak Ukuran dan Letaknya, Black Hole berbeda beda dan tentu saja tidak akan bisa diketahui semuanya karena alam semesta yang begitu luas.

  • jadi untuk jarak disini akan dibahas adalah jarak Black Hole yang paling dekat dengan bumi yaitu jaraknya 26.000 tahun cahaya. jarak ini jika di ubah kilometer silahkan hitung sendiri karena untuk Jarak satu tahun cahaya saja mencapai 9,5 triliun kilometer.
  • Untuk ukuran disini hanya dibahas adalah ukuran Black Hole terkecil yang pernah ditemukan oleh para Astronom yaitu ukurannya 50.000 kali lebih besar dibanding matahari.
  • Dan untuk letaknya, Lubang Hitam biasanya berada di pusat galaksi.

Proses Terciptanya Black Hole

Black Hole/lubang hitam Tercipta dari bintang mati

Pada bintang yang sedang dalam tahapan stabil (main sequence), tekanan ke arah luar akibat pelepasan energi akan setara dengan tekanan ke arah dalam akibat gravitasi bintang. Semakin besar massanya usia Bintang akan lebih pendek. ini terjadi karena lebih cepat menghabiskan hidrogennya sebagai bahan bakar.

Dengan demikian pelepasan tenaga hendak terhenti pula. Dampaknya, tekanan ke arah luar menurun. Dampaknya, segala materi bintang tersedot ke arah pusat bintang oleh gravitasi bintang itu sendiri. Ini membuat bintang jadi tidak normal. Inti bintang jadi sangat padat, sebab segala materinya mengumpul disitu.

Sederhananya Contoh jika Bintang berukuran Bumi, Bayangkan jika kita bisa memperkecil ukuran Bumi menjadi sebuah kelereng, tapi massa kelerengnya yang super kecil ini tetap sama dengan massa Bumi yang besar.

Suatu saat, pusat bintang tidak sanggup lagi menahan tekanan yang terjadi. bintang tsb suatu saat akan meledak menjadi supernova.

Misteri Sains Supernova
Sumber : dailymail.co.uk

bagian tengah / inti dari sebuah Black hole ada bintang yg telah mati dan hanya menyisakan gravitasi yg amat sangat besar yg akan menghisap seluruh benda planet yg ada di sekitarnya.

Apakah semua bintang akan menjadi Lubang Hitam?..

Dalam teori Relativitas Umum yang di kemukakan Enstein memprediksi untuk menciptakan sebuah Black hole membutuhkan masa yang sangat besar. untuk itu hanya bintang yang besar saja yang akan menjadi Black Hole.

bahkan sesuatu yang sangat besar seperti matahari atau bintang kecil yang lainnyapun tidak akan menjadi Black Hole.

Proses Kematian Black Hole

Ternyata dari ke dahsyatanya Lubang hitam juga bisa mati. Black Hole akan mati melalui proses Radiasi, untuk memahami proses ini cukup sederhana seperti membongkar bagian per bagian dari lubang hitam.

Selama berjalannya waktu, lubang hitam akan terus mengecil, hingga akhirnya mengalami ledakan super besar, ribuan kali lebih besar daripada ledakan bom atom Hiroshima dan Nagasaki. akan tetapi, proses ini pasti memakan waktu yang sangat lama, karena ukurannya yang sangat besar, Maka bisa jadi manusia tidak akan menyaksikan apa-apa dari peristiwa ini.

Misteri Bentuk Balck Hole

supermassive black hole nasa
Sumber : kumpran.com

Teori Lubang hitam menjadi misteri sejak dulu, tepatnya pada abad ke-18 oleh John Michell dan Pierre-Simon Laplace, selanjutnya dikembangkan oleh astronom Jerman bernama Karl Schwarzschild, pada tahun 1916, dengan berdasar pada teori relativitas umum dari Albert Einstein, dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking.

Istilah lubang hitam mulai populer ketika John Archibald Wheeler menggunakannya pada perbincangan pada tahun 1967. Meski dia dikira luas selaku penyebab awal sebutan ini, tetapi dia senantiasa menampik dengan statment kalau dia tidaklah penemu sebutan ini.

Jika dipikir pikir wajar saja jika Lubang hitam menjadi misteri alasannya cukup Sederhana yaitu lubang hitam letaknya di angkasa yang hitam dan letaknya sangat jauh, dan hampir mustahil para ilmuan membukatikan secara langsung.

Foto Asli Black Hole

Beberapa waktu lalu tepatnya 10 April 2019, Dunia dikejutkan dengan penemuan bersejarah yaitu gambar asli dari Black Hole, Kelompok Peneliti yang terhimpun dalam Event Horizon Telescope (EHT) mampu memvisualkan Black Hole dalam bentuk Image, atau gambar untuk pertama kalinya.

First photo of black hole is FAKE
Sumber : cnn.com

Proses Pengambilan gambar Lubang Hitam

Gambar ini ditangkap oleh jaringan internasional teleskop radio yang disebut Event Horizon Telescope (EHT). EHT adalah hasil kolaborasi dari ilmuwan-ilmuwan global yang dukungannya di Amerika Serikat dilakukan oleh National Science Foundation. Demikian menurut situs web Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, yang dikutip pada Kamis a(11/4/2019).

Ada delapan teleskop yang bekerja sama dalam menghadirkan gambar bersejarah ini. Lokasi teleskop-teleskop ini ada di Hawaii dan Arizona di AS, Meksiko, Sierra Nevada di Spanyol, Gurun Atacama di Chile, dan Antartika.

very long baseline interferometry
Sumber : wikimedia commons

Jaringan teleskop EHT menggunakan teknik bernama very-long-baseline interferometry (VLBI) untuk menangkap gambar black hole yang ukurannya 3 juta kali lebih besar dari Bumi itu. Teknik ini membuat delapan teleskop EHT bekerja berbarengan.

Selain itu, VLBI juga memanfaatkan rotasi Bumi untuk seolah-olah membuat sebuah “teleskop” seukuran Bumi. “ Teleskop” Bumi ini memiliki keahlian buat menggapai resolusi angular 20 mikro arksekon. Resolusi itu dapat membuat seorang membaca koran di New York dari Paris.

Jadi data-data mentah dari delapan teleskop ini dikumpulkan dalam satu super komputer. Super komputer itu berada di Max Planck Institute for Radio Astronomy dan MIT Haystack Observatory. Di situ data- datanya dikombinasikan dan akhirnya menciptakan foto bersejarah ini.

Tanggapan Miring Mengenai foto Black Hole

Walapun para ilmuan telah bersusah payah dalam pengambilan gambarnya dan gambar telah dipuji oleh banyak orang sebagai landmark untuk fisika, tapi ada beberapa orang mengklaim bahwa gambar itu tidak nyata atau FAKE.

Roosh V, seorang aktivis hak-hak pria kontroversial, mengklaim bahwa foto lubang hitam itu ‘hampir pasti palsu.’ Dia men-tweet gambar lubang hitam bersama gambar Katie Bouman, yang memimpin penciptaan algoritma di belakang gambar.

Dia berkata: “This ‘black hole’ photo is almost certainly fake. I’m not good at photoshop but can create a more believable black hole photo, It only went viral because the news is desperate to pat a woman on the head for doing anything but make a baby.”

Yang mengkhawatirkan, banyak orang tampaknya setuju dengan klaim Roosh V.

Tanggapan Lainnya :

Seorang pengguna menjawab:  “Lmao this is ridiculously true, She wanted vitality and got it.”

Yang lain menambahkan: “I bet in reality she probably has science geek beta orbiters doing the research for her behind the scenes and she’s just taking the credit.”

Untuk melihat kritik lainnya bisa lihat disini

Meme foto Lubang hitam

Tak ketinggalan setelah beberapa hari dipublikasi, beberapa Meme sangat cepat beredar untuk mengkritisi Foto itu.

Meme Lubang Hitam
Meme Lubang Hitam

Sepertinya, mereka harus berusaha lebih meyakinkan orang orang tentang gambar itu, entah melalui rekam jejak atau apapun itu, jangan saat gambarnya telah berupa .png baru dipublikasikan.

Kesimpulan

Kesimpulannya cukup sederhana, di sains menjelaskan Black hole tidak perpengaruh pada kehidupan kita karena letaknya yang sangat jauh, itu adalah hal yang UNFAEDAH.

Sama seperti ada ilmuan yang mengatakan “kemarin di samudra Hindia di kedalaman 100 meter, ada seekor ikan yang bertelur dan itu tidak ada hubungannya dengan kehidupanmu”. 😀

Dan juga sains awalnya hanyalah teori, jadi agak aneh jika berdebat tentang sains, jika dipikirkan seperti memperdebatkan imajinasi, sudah pati ada bantahan dan sudah pasti ada jawaban,

Lihat Pula

Referensi

  1. Bardeen, J. M. (1972). “Rotating black holes: locally nonrotating frames, energy extraction, and scalar synchrotron radiation”. The Astrophysical Journal178: 347–370. Bibcode:1972ApJ…178..347Bdoi:10.1086/151796.
  2. Einstein, A. (1939). “On A Stationary System With Spherical Symmetry Consisting of Many Gravitating Masses”. Annals of Mathematics40 (4): 922–936. doi:10.2307/1968902JSTOR 1968902.
  3. Kerr, R. P. (2009). “The Kerr and Kerr-Schild metrics”. In Wiltshire, D. L.; Visser, M.; Scott, S. M. (eds.). The Kerr Spacetime. Cambridge University Press. arXiv:0706.1109Bibcode:2007arXiv0706.1109KISBN 978-0-521-88512-6.
  4. Hawking, S. W.Penrose, R. (January 1970). “The Singularities of Gravitational Collapse and Cosmology”. Proceedings of the Royal Society A314 (1519): 529–548. Bibcode:1970RSPSA.314..529Hdoi:10.1098/rspa.1970.0021JSTOR 2416467.
  5. Pacucci, F.; Ferrara, A.; Grazian, A.; Fiore, F.; Giallongo, E. (2016). “First Identification of Direct Collapse Black Hole Candidates in the Early Universe in CANDELS/GOODS-S”. Mon. Not. R. Astron. Soc459 (2): 1432. arXiv:1603.08522Bibcode:2016MNRAS.459.1432Pdoi:10.1093/mnras/stw725.

Theory Team

Tak ada batasan untuk berpikir

2 Komentar

Alfian · Agustus 25, 2019 pada 11:29 pm

Mantap gan penjelasnya cukup lengkap

    Theory Team · Agustus 25, 2019 pada 3:44 pm

    Tq sob, jgn lupa mmpir lagi 😊😊, kami masih punya banyak postingan mengenai misteri menrik lainnya

Tinggalkan Balasan