Menjadi seorang filsuf Aristoteles juga mengutarakan pemikiran pemikiran untuk mendefinisikan tentang manusia. banyak Pemikirannya diterima baik oleh orang orang seperti “filsafat Zoon Politikon” atau buku yang berjudul “Menjadi Manusia”.

Zoon Politikon
Sumber : evolution-institute.org

Tapi ada juga filsafat Aristoteles yang tidak diterima baik bagi sebagian orang terutama yang beragama, kalau dalam bahasa arab pemikiran ini bertuliskan “Al-insan hayawan natiq” artinya “Manusia adalah Bintang/hewan yang berpikir”.

Menganal Aristoteles

Aristoteles dan Plato
Sumber : oggito.com

Aristoteles adalah serang filsuf dari Yunani dan merupakan murid dari Plato. kedua filsuf ini merupakan, filsuf yang paling berpengaruh dalan filasafat atau pemikiran barat.

Logika Aristoteles merupakan suatu sistem berpikir secara deduktif (deductive reasoning), dan sampai saat ini cara berpikir seperti itu masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran tentang logika formal.

Manusia adalah Hewan yang berpikir

Aristoteles mengemukakan pendapatnya ini ia mengeluarkan pendapatnya, berdasarkan akal-pikirannya.

yang sebenarnya ia tidak bermaksud untuk menghina atau menurunkan derajat manusia. karena pada masanya anggapa seperti itu merupakan hal yang wajar.

dan dilihat dari pemikiran pemikiran lainnya, dia tidak merasa ada hal yang akan bertentangan, seperti manusia adalah hewan yang berpolitik (zoonpoliticon, political animal), hewan yang membangun masyarakat di atas famili-famili menjadi pengelompokkan yang impersonal dari pada kampung dan negara.

Manusia berpolitik karena ia mempunyai bahasa yang memungkinkan ia berkomunikasi dengan yang lain. Dan didalam masyarakat ia mengenal adanya keadilan dan tata tertib yang harus dipatuhi.

Ini berbeda dengan hewan yang tidak pernah berusaha memikirkan suatu cita keadilan.

mendefinisikannya seperti yang dikatakan oleh ahli mantiq. Bagi mereka, hal ini tidak tercela karena mereka mendefinisikan hakikat manusia.

Akan tetapi pada umumnya, pemikiran ini dianggap celaan kepada manusia. Jika anggapan ini disampaikan kepada masyarakat awam, mereka akan menganggapnya sebagai celaan.

Dalam hal semacam ini, kata-kata ini tidak boleh diketengahkan di hadapan golongan awam karena haram hukumnya melakukan suatu hal yang membuat seorang muslim sakit hati.

Akan tetapi, jika kata-kata ini disampaikan di hadapan orang yang mengerti permasalahannya maka hal ini tidak mengapa karena mereka menyadari bahwa manusia adalah hewan, yaitu yang hidup.

Yang membedakan manusia dengan hewan lainnya adalah berpikir. Oleh karena itu, hewan merupakan jenis, sedangkan berpikir merupakan sifat khusus. Jenis memiliki cakupan yang lebih luas, sedangkan keberadaan sifat itu khusus menjadi pembeda dirinya dari yang lain.

Pandangan lain tentang manusia dan hewan

Manusia dan Hewan
Sumber : integrasi.science

Biologis

Dalam pandangan bioligis Manusia adalah makhluk hidup yang membutuhkan makanan, bernafas dan ada sistem metabolisme (proses pengeluaran zat-zat sisa pada tubuh).

Struktur tubuhnya juga hampir sama dengan hewan. Dalam artian manusia dan hewan memiliki mata, telinga, hidung, kulit, kaki, tangan, organ dalam (jantung, hati, usus, ginjal, darah dll) dan lainnya.

Ia juga masuk dalam kelas Mamalia, yaitu makhluk yang meiliki kelenjar susu. Tubuh mamalia tertutup oleh bulu.hewan juga ada yang masuk kelas mamalia.

Agama

Didalam pandangan Agama Manusia merupakan makhluk yang paling mulia yang berbeda dari makhluk-makhluk yang lain. Ia berbeda dengan hewan.

hewan hanya dibekali dengan insting, sedangkan manusia mempunyai akal fikiran, perasaan (Qolbu) dan bentuk fisiknya yang sangat sempurna. Manusia juga berbeda dengan tumbuhan, malaikat, iblis dan makhluk lainnya.

Pandangan lainnya menyatakan, apabila manusia pergunakan hatinya untuk kedengkian, mata mereka untuk melihat hal hal yang menimbulkan dosa, telinga tidak di pergunakan untuk mendengarkan ajaran agama.

Intinya tidak pergunakan akal pikiran untuk mengontrol nafsu maka mereka itulah orang-orang yang lalai. dan sama seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi.

Kesimpulan

Argumen itu sama sekali bukan penghinaan dan sama sekali tidak akan membuat kita kehilangan moralitas. karena lebih ke kalau kita tanpa akal pikiran sudah pasti kita akan seperti layaknya hewan.

Yang membuat Manusia itu lebih tinggi derajatnya dibanding makhluk lainnya hanyalah akal pikirannya, untuk itu, jangan terlalu sombong bahwa manusia adalah makhkluk yang paling sempurna.

Karena julukan itu tidak akan berlaku jika saat melalukan sesuatu kita lebih menggunakan insting.

“jika makan sekedar makan, babi juga makan. Jika kerja hanya sekedar berkerja, kera di hutan juga bekerja”

-Datuk Indomo

“FILSAFAT”

Postingan tentang filsafat lainnya :


0 Komentar

Tinggalkan Balasan