Biasanya orang hanya akan familiar terhadap 2 kepribadian, yaitu introvert dan extrovert. Namun ternyata ada kepribadian lain yang sangat unik, ialah ambivert. Jika introvert adalah kepribadian yang senang menyendiri, extrovert adalah kepribadian yang senang bersosialisasi maka kepribadian ambivert adalah perpaduan dari keduanya.

Psikolog Adam Grant mengatakan bahwa ambivert adalah kepribadian diantara introvert dan extrovert. Terkadang mereka menjadi introvert yang senang menyendiri, namun ada kalanya mereka menjadi extrovert yang aktif bergaul dan bersosialisasi.

Kepribadian itu memang membingungkan, namun sebenarnya terdapat banyak orang yang memiliki kepribadian tersebut. Misalnya, hari ini Kamu berkumpul bersama teman-teman dan sangat aktif dalam bergaul. Namun keesokan harinya, Kamu hanya berdiam diri menikmati waktu di rumah.

Jika Kamu sering melakukan hal seperti diatas dengan sengaja, bisa jadi Kamu memiliki kepribadian ambievert. Jika kurang yakin, maka Kamu bisa mencoba membandingkan diri Kamu dengan ciri-ciri orang ambievert dibawah ini. Namun sebelum itu, kita akan membahas sedikit mengenai introvert dan extrovert terlebih dahulu.

Apa itu Introvert dan Extrovert?

Introvert

Introvert adalah kerpibadian yang cenderung senang menyendiri, menyukai ketenangan, dan jarang melakukan interaksi terutama pada orang yang baru dikenal. Orang yang memiliki kepribadian introvert lebih menyukai melakukan berbagai hal sendirian dibandingkan dengan orang lain.

Extrovert

Extrovert adalah kepribadian yang sangat aktif dalam bergaul dan menyukai hal-hal baru. Mereka sangat menyukai aktivitas sosial dan berinteraksi dengan orang lain yang merupakan kebalikan dari introvert.

Bagaimana dengan ambievert? Mereka memiliki semua hal yang ada di dalam introvert dan extrovert meskipun dua hal tersebut adalah kebalikan. Untuk lebih lengkapnya Kamu bisa membaca ciri-ciri orang dengan kepribadian ambievert dibawah ini.

Ciri-Ciri Orang yang Memiliki Kepribadian Ambivert

Kepribadian ambievert pemalu tapi suka bergaul
Sumber : Pexels

1. Suka bersosialisasi, tapi dalam waktu terbatas

Kepribadian ambivert memang suka bersosialisasi, namun hanya dalam waktu yang terbatas. Biasanya mereka akan lebih cepat lelah berada di keramaian, tidak seperti extrovert yang mungkin tidak ada lelahnya dan introvert yang tidak menyukai keramaian.

Saat mereka sudah merasa lelah, biasanya mereka akan menyendiri dan mengistirahatkan tubuh dalam suasana yang kondusif untuk mendapatkan energi kembali. Karena itulah, orang yang berkepribadian ambievert harus pintar dalam mengatur waktu.

2. Mudah Beradaptasi dengan Lingkungan Baru

Orang yang berkepribadian ambivert bisa dikatakan mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, mereka juga dapat berinteraksi sosial dengan orang-orang baru. Namun, kepribadian ambivert cenderung mudah bosan dan butuh istirahat setelah terlalu banyak bersosialisasi.

Saat mereka sudah bosan, biasanya mereka hanya akan terdiam, pergi atau pun hanya berinteraksi dengan satu atau dua orang yang menurutnya menarik. Selain itu, mereka akan membutuhkan waktu untuk menyendiri dan beristirahat setelah banyak melakukan interaksi.

3. Suka Berada di Keramaian, Namun Jarang Berinteraksi

Jika orang yang berkepribadian introvert membenci keramaian, dan ekstrovert menyukai keramaian maka ambievert berada diantara kedua hal tersebut. Orang dengan kepribadian ambivert, masih menyukai keramaian walaupun tidak ikut berinteraksi dengan orang lain.

Mereka bisa dikatakan menikmati situasi tersebut, namun cenderung hanya mengamati dan mendengarkan orang lain. Mereka tidak terlalu banyak bicara, hal ini dikarenakan mereka akan mudah lelah apabila banyak berinterkasi dengan orang lain.

4. Mudah Mengenali Kepribadian Orang Lain

Orang yang memiliki kepribadian ambivert dapat dengan mudah mengenali kepribadian yang dimiliki oleh orang lain. Hal ini dikarenakan ambivert memiliki dua kepribadian yaitu introvert dan extrovert, sehingga mereka dapat dengan mudah mengenali kepribadian mana yang dimiliki orang lain.

5. Tidak Suka Hal yang Dadakan

Sama seperti kepribadian introvert, ambivert juga tidak menyukai sesuatu yang dadakan walaupun bertemu teman-teman akrab. Mereka membutuhkan waktu untuk mempersiapkan diri sebelum berbicara banyak hal dengan orang lain.

6. Moody-an

Salah satu hal buruk yang menjadi kepribadian ambivert adalah moody-an. Mereka cenderung gampang bosan dan memiliki suasana hati yang dapat berubah-ubah, apalagi jika lawan bicara mereka sudah dinilai tidak asyik lagi.

Mereka tidak malas untuk menanggapi pembicaraan, hanya saja mereka mudah bosan terhadap berbagai hal. Bahkan orang yang berkepribadian ambivert tidak akan segan-segan untuk menyudahi dan meninggalkan lawan bicaranya.

7. Dapat Mengerjakan Sesuatu Secara Individu Maupun Kelompok

Jika introvert menyukai ketenangan dan suasana kondusif sehingga memilih mengerjakan semua hal sendirian, sedangkan extrovert lebih memilih suasana ramai. Maka ambivert dapat mengerjakan tugas secara individu ataupun kelompok yang akan sama hasilnya.

Mereka yang berkepribadian ambivert tidak akan bermasalah jika tugas tersebut akan dikerjakan secara individu ataupun kelompok.

8. Tidak Pendiam, Namun Juga Tidak Berisik

Introvert merupakan kepribadian yang pendiam dan cenderung pemalu, sedangkan extrovert banyak bicara. Jika ambivert, mereka tidak akan selalu menjadi pendiam seperti introvert, namun juga tidak akan seberisik extrovert.

Jika ada orang yang cukup aktif berinteraksi namun juga sering melamun ataupun hanya diam mendengarkan, bisa jadi orang tersebut memiliki kepribadian ambivert. Menurut jurnalis Daniel K. Pink, orang dengan kepribadian ambivert mengetahui kapan ia harus berbicara dan diam.

9. Suka Keluar Rumah, Namun Juga Suka di Dalam Rumah

Sama seperti kepribadian extrovert, ambievert juga senang keluar rumah namun juga menyukai di dalam rumah seperti introvert. Mereka yang berkepribadian ambivert harus pintar membagi waktu kapan harus keluar rumah, dan kapan harus menyendiri di dalam rumah.

Mereka menganggap keduanya adalah hal yang menyenangkan, tidak seperti extrovert yang tidak suka di dalam rumah dan introvert yang tidak suka di luar rumah. Namun, biasanya seorang ambivert akan diam di rumah seharian setelah keluar rumah dalam waktu yang cukup lama.

10. Memiliki Emosi yang Stabil

Jika orang yang berkepribadian introvert memiliki emosi yang cenderung sensitif, sementara extrovert tidak. Sedangkan pada ambivert, mereka memiliki keseimbangan yang baik antara keduanya sehingga tidak mudah terbawa emosi.

11. Rela Menghabiskan Energi dengan Orang Dekat

Walaupun ambivert membutuhkan banyak tenaga untuk berinteraksi dengan orang lain, namun mereka akan rela menghabiskan energi tersebut apabila sudah dekat. Namun, biasanya mereka akan tetap mengundurkan diri terlebih dahulu seperti tiba-tiba menjadi pendiam ataupun pergi dari obrolan.

12. Bisa Menempatkan Diri dengan Baik

Sebenarnya sudah dibahas sedikit di poin ke 8, namun masih ada lanjutannya. Menurut jurnalis Daniel K. Pink, orang dengan kepribadian ambivert mengetahui kapan ia harus berbicara dan diam.  Kapan harus mengamati dan kapan harus merespon, kapan untuk menekan dan kapan untuk menahan diri.

Kesimpulan

Orang dengan kepribadian ambivert sangat berpotensi untuk menjadi pemimpin. Jika pada extrovert mereka dapat bertindak tegas dan sigap, juga pandai bergaul dan menyesuaikan diri. Kemudian pada introvert mereka memiliki pemikiran yang analitis, kritis dan mampu merencanakan semua hal dengan baik.

Sedangkan ambivert dapat melewati semuanya, mereka dapat melakukan semua hal yang ada pada extrover dan introvert yang tentu saja dibutuhkan dalam kepemimpinan.

“Pemalu, tapi Suka Bergaul”

Psikolgi itu menyenangkan


0 Komentar

Tinggalkan Balasan