Biografi Sigmund Freud sang Penjelajah Ketidaksadaran

Biografi Sigmund Freud: Penjelajah Ketidaksadaran

Foto asli sigmund freud
NamaSigismund Schlomo Freud
LahirFreiberg, 6 Mei 1856
PekerjaanPsikolog
Dikenal KarenaTeori Psikoanalisis
tanda tangan sigmund Freud

Biografi Sigmund Freud:

Sigmund Freud adalah Pendiri aliran Psikoanalisis dalam bidang ilmu Psikologi.

Teori psikoanalitik kepribadian Sigmund Freud berpendapat bahwa perilaku manusia adalah hasil dari interaksi antara tiga bagian komponen pikiran: id, ego, dan Superego.

Ide-ide Freud sejak itu mendapat kritik, sebagian karena fokusnya yang tunggal pada seksualitas sebagai pendorong utama pengembangan kepribadian manusia.

Biografi Sigmund Freud Penjelajah Ketidaksadaran
Sumber: The Daily Beast

Kelahiran

Sigmund Freud lahir di Freiberg, 6 Mei 1856, Austria keturunan Yahudi.

Sigmund Freud merupakan anak sulung (tertua) dari keluarga Viena, Keluarga Viena terdiri dari lima orang wanita dan tiga laki-laki.

Diantara Saudara – saudaranya Sigmund tetap menjadi putra favorit ibunya yang masih belia dan penuh pengertian. Inilah yang menjadi fondasi keyakinan diri Freud seumur hidupnya.

Perlakuan ayahnya sangat kasar dan otoriter. Freud mengakui bahwa pada saat kecilnya, dia memusuhi dan membenci ayahnya.

Masa Muda Freud

Sebagai pemuda, Freud tumbuh sebagai pemuda yang pandai, di mana keluarganya memberikan semangat padanya. Minat intelektual Freud untuk menemukan berbagai variasi topik permasalahan membuatnya menemukan kesulitan untuk memilih jurusan ketika ia akan masuk universitas.

Kemudian jurusan yang dipilihnya adalah kedokteran pada University of Vienna Medical School. Freud tertarik pada kedokteran bukan karena menyukai praktik medis melainkan karena ia sangat ingin memahami hakekat manusia.

Masa Muda Sigmund freud
Sumber: Freud Museum

Freud lebih menganut suatu falsafah hidup yang berdasarkan ilmu pengetahuan alam dari pada yang berdasarkan metafisika atau agama.

Baginya suatu falsafah hidup yang berharga untuk dimiliki adalah yang berdasarkan pengetahuan yang hakiki tentang hakekat manusia, suatu pengetahuan yang hanya mungkin didapat dengan jalan mengadakan pengusutan dan penyelidikan ilmiah.

Freud tidak merasa bahwa psikoanalisis mempunyai dharma untuk mengembangkan suatu weltanschuung yang baru. Psikoanalisis hanya perlu untuk memperluas pandangan dunia yang bercorak ilmiah, hingga meliputi juga studi tentang manusia. Falsafah hidup Freud sendiri dapat diringkaskan dalam suatu kalimat: “pengetahaun melalui ilmu”.

Teori Psikoanalisis

Freud menganggap psikoanalisis terutama sebagai suatu sistem ilmu jiwa dan tidak semata-mata sebagai suatu cabang ilmu jiwa abnormal atau psikiatri.

Apakah hubungan ilmu jiwa dengan psikoanalisis?

Pada tahun 1927 Freud menjawab pertanyaan ini: psikoanalisis termasuk di dalam golongan ilmu jiwa; bukan ilmu jiwa kedokteran dalam arti kata yang lama, bukan juga ilmu jiwa tentang proses penyakit jiwa, tetapi semata-mata ilmu jiwa biasa.

Sudah pasti bahwa psikoanalisis tidak merupakan keseluruhan dari ilmu jiwa tetapi merupakan suatu cabang dan mungkin malahan dasar dari keseluruhannya ilmu jiwa.

Psikoanalisis merupakan suatu metode perawatan medis bagi orang orang-orang yang menderita gangguan syaraf. Psikoanalisis juga dapat dipandang sebagai suatu jenis terapi bagi orang-orang yang melakukan penyimpangan tertentu.

Oleh karena itu melalui psikoanalisis kehidupan mental seseorang dapat dipahami dan pemahaman terhadap sifat manusia bisa diterapkan pada peredaan penderitaan manusia.

Tingkat Kesadaran Menurut Freud

Conscious Preconscious dan Unconscious Sigmund Freud
Sumber: Clipart Station

1. Sadar (Conscious)

Conscious merupakan Tingkat kesadaran yang mencakup semua hal yang kita amati pada saat tertentu. Freud berpendapat bahwa hanya beberapa saja dari kehidupan mental seperti pikiran, persepsi, ingatan, dan perasaan) yang masuk dalam kesadaran (consciousness).

Dalam tingkat kesadaran (conscious), terdapat/termuat semua hal yang kita indrai pada saat tertentu. Ingatan-ingatan itu bisa terus kita ingat (jika berkesan) namun juga dapat kita lupa karena apa yang kita cermati akan berlalu namun tidak hilang karena akan terpendam dalam preconscious atau unconscious.

2. Prasadar (Preconscious)

prasadar merupakan tingkat kesadaran yang menjadi penghubung antara sadar dan taksadar. Prasadar atau biasa dekenal “available memory”, yaitu tingkat kesadaran yang menjadi perantara antara sadar dan tak-sadar.

Namun mengingat materi itu sudah sampai pada alam prasadar maka ia bisa muncul kesadaran dalam bentuk simbolis, misalnya: mimpi, lamunan, salah ucap dan mekanisme pertahanan diri.

3. Taksadar (Unconscious)

Taksadar merupakan bagian yang terdalam dari semua struktur kesadaran, dan juga Freud mengatakan ini merupakan bagian paling penting dari jiwa manusia.

Freud membuktikan ketidaksadaran adalah kenyataan empirik dan bukanlah abstraksi hipotetik. Ketidaksadaran itu Mencakup insting, Drives, dan impuls. yang telah bawa dari lahir, dan juga pengalam-pengalaman traumatik yang biasanya ada pada masa anak-anak ditekan oleh kesadaran lalu dipindahkan ke daerah tak-sadar.

Struktur Kepribadian Menurut Freud

id ego dan superego biografi Sigmund freud
Sumber: Simply Psychology

1. Id (Das Es)

Id ialah sistem kepribadian yang asli, dimana ketika seorang manusia lahir maka ia hanya punya kepribadian Id saja, karena id merupakan sumber utama untuk energi psikis dan juga tempat timbulnya Naluri.

Id tidak memiliki organisasi, buta, dan banyak tuntutan dengan selalu memaksakan Apa yang diinginkan. Aktivitasnya dikendalikan oleh prinsip kesenangan, kenikmatan dan proses primer.

berkembang pada usia bayi, id bagian yang paling primitif dari struktur kepribadian dan sudah ada Aspek kepribadian dalam hal biologis.

Id tersusun dari dorongan atau impuls dasar yakni: kebutuhan makan, minum, menghindari rasa sakit, mendapatkan kenikmatan sosial.

Id bagian dari kondisi Unconsciousness, sumber kekuatan psikis, sistem kepribadian yang paling dasar, terdapat instink bawaan, berisi berbagai keinginan yang belum tentu itu sesuai dengan norma yang ada.

Id biasanya menuntut untuk cepat dipuaskan, ini biasa dikenal “the principles of constancy”. Id akan Menjalankan fungsi perbuatan refleks dan juga proses berpikir primer.

2. Ego (Das Ich)

Ego mengadakan kontak dengan kenyataan yang ada di luar dari dirinya. Peran Ego bagaikan “eksekutif” yang mengatur, memerintah, dan mengendalikan kepribadian manusia, sehingga prosesnya hampir seperti “polisi lalulintas” karena ia mengontrol id, super-ego dan juga dunia luar.

Ego bertindak sebagai penengah instink dengan dunia yang di sekelilingnya.

Penyebab Ego muncul karena kebutuhan-kebutuhan dari organisme, contohnya seperti manusia lapar yang butuh makan. Jika Id berkerja sebagai lapar, lalu yang membuat keputusan untuk mencari, mendapatkan serta juga melaksanakannya itu adalah kerja ego.

dan ada juga Super ego yang akan pertimbangan antara halal dan haramnya dalam mencari makan. Ego mulai berkembang di saat usia 2-3 tahun. Ia merupakan bagian psikologis kepribadian yang berada di tingkat pra sadar.

Lebih jelasnya Ego menjalankan fungsi dari proses berpikir rasional (Sekunder). Ego merupakan hasil dari kontak individu dan dunia luar atau lingkungan sekitar dan penengah dari tuntutan id dan superego.

3. Superego (Das Ueber Ich)

superego adalah Sistem yang memegang keadilan karena sebagai penyaring dari sistem kepribadian yakni Id dan Ego, sehingga bisa tahu baik-buruk, benar-salah, boleh atau tidak dan sebagainya.

Peran Superego sebagai sesuatu yang ideal, karena bekerja sesuai dengan norma-norma moral yang ada di masyarakat. Proses berkembangnya Super-ego saat menginjak usia 4-6 tahun.

Superego yaitu bagian sosiologis kepribadian dalam sistem kepribadian yang mencakup nilai-nilai atau aturan yang bersifat evaluatif. Ia Terbentuk melalui nilai-nilai dan aturan-aturan yang Berfungsi dalam yudikatif dan legislatif.

Super Ego terdiri dari : ego ideal & Nurani (kata hati).

Fungsi utamanya :

  • Sebagai Pengendali id,
  • Juga mengarahkan ego ke tujuan yang sesuai dengan moral daripada kenyataan,
  • Superego Juga mendorong individu ke arah menuju kesempurnaan.

Karya Sigmund Freud

Freud Menulis banyak teori dan gagasan utamanya, termasuk Favoritnya, The Interpretation of Dreams. “berisi.. Penemuan paling berharga dari semua yang telah menjadi keberuntungan saya untuk membuat. Wawasan seperti ini jatuh ke nasib seseorang tetapi sekali seumur hidup,” jelasnya.

Diantara tulisan- tulisan yang ia publikasi, ada beberapa yang menjadi karya terbesarnya, diantaranya :

  • The Interpretation of Dreams (Die Traumdeutung, 1899 [1900])
  • The Psychopathology of Everyday Life (Zur Psychopathologie des Alltagslebens, 1901)
  • The Ego and the Id (Das Ich und das Es, 1923)
  • The Future of an Illusion (Die Zukunft einer Illusion, 1927)
  • Civilization and Its Discontents (Das Unbehagen in der Kultur, 1930)

Pengaruh

Teori-teori psikologi dari Sigmund Freud yang Buming itu, telah menjadi Pijakan bagi sejumlah orang yang kemudian menjadi beberapa pemikir psikologi terbesar. Beberapa psikolog terkemuka yang dipengaruhi oleh Sigmund Freud termasuk:

  • Anna Freud
  • Alfred Adler
  • Carl Jung
  • Erik Erikson
  • Melanie Klein
  • Ernst Jones
  • Otto Rank

Wafat

Dalam Biografi sigmund Freud, Kematiannya pun kontroversial, karena proses bunuh dirinya dibantu dokter. Freud bunuh diri menggunakan morfin yang di injeksi dengan dosis yang berlebihan, jadi itu membuat Freud overdosis lalu meninggal.

tercatat Freud meninggal pada 23 september 1939, setelah lama berjuang samapi bertahun-tahun untuk melawan epithelioma. Uniknya Pada 2014, di London abu jenazahnya hampir dicuri orang. bahkan Guci tempat abunya sampai rusak karena yang mencurinya mencoba mengambil secara paksa.

Sehingga Pihak krematorium akhirnya bepikir untuk memindahkan guci tempat abu Freud itu ke lokasi yang aman.

Lihat Pula Seputar Biografi Sigmund Freud

Referensi

  • M. H. Hart, Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, H. Mahbub Djunaidi (penerj.). (Jakarta; PT Dunia Pustaka Jaya, 1982), hlm. 3
  • Mahdani, L.O. (2020 Feb 3). Biografi Sigmund Freud: Penjelajah Ketidaksadaran. https://theory.id/biografi-sigmund-freud
  • Sigmund Freud, Memperkenalkan Psikoanalisis, K. Bertens (Penerj.), (Jakarta: PT Gramedia, 1987), hlm. xxix
  • Ustpsikologiadmin. (2015 Nov 5). Teori Kepribadian. https://psikologi.ustjogja.ac.id/index.php/2015/11/05/teori-kepribadian-sigmund-freud
  • Patta, A.A.N. (2013 Jan 5). Gambaran kepribadian. https://www.slideshare.net/agungandinurulpatta/gambaran-kepribadian-menurut-sigmund-freud-16182721
  • “PSYCHOTHERAPY – Sigmund Freud”. The School of Life. 28 Nov 2014 . Diakses 3 Februari 2020
  • Cherry, K. (2019 Sep 16). The Life, Work, and Theories of Sigmund Freud. https://www.verywellmind.com/sigmund-freud-his-life-work-and-theories-2795860

Note :


Theory.id hanya menggunakan sumber terpercaya, termasuk buku – buku oleh penulis yang berpengalaman, baca lebih lanjut.
Bagi yang sedang membuat makalah tentang Psikologi khususnya teori teori dari Sigmund Freud Psikoanalisis, dan mengambil beberapa dari tulisan ini.
Silahkan Copy dan Paste tulisan yang ada di “Referensi” kedalam “Daftar Pustaka”.
0

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.