Categories: Psikologi

Apa yang dimaksud dengan Superego?

Super-ego – Menurut teori psikoanalitik Freud tentang kepribadian, superego yaitu komponen kepribadian yang tersusun dari cita-cita yang diinternalisasi yang di peroleh dari orang tua dan masyarakat sekitar.

Superego berfungsi untuk mengendalikan dorongan id dan selalau mencoba membuat ego agar berperilaku secara moral, jadi bukan hanya secara realistis.

Sumber: DeviantArt

Memahami Struktur Kepribadian Superego

Dalam psikologi Freudian, superego bagian dari kepribadian yang membuat tuntutan moral, yang membimbing impuls spiritual seseorang, dan yang bertujuan untuk kesempurnaan.

Ini adalah sepertiga dari peralatan psikis yang diusulkan oleh Sigmund Freud , yang juga berisi id , yang mengendalikan dorongan dan dorongan dasar, dan ego , yang merupakan inti dari kepribadian rasional yang harus menyeimbangkan kebutuhan id dan superego.

Apa itu Superego?

yang dimaksud dengan Superego atau dalam bahasa jerman “Über Ich” adalah bagian moral atau etis dari kepribadian.

Dan menurut beberapa referensi, Superego juga merupakan sistem kepribadian yang mencakup semua standar yang ada di internalisasi moral dan cita-cita yang dimana telah kita peroleh dari kedua orang tua juga masyarakat, ini sebagai penentu dari nilai benar atau salah dalam segala sesuatunya.

Superego ini merupakan wujud dari dalam nilai-nilai dan Keinginan tradisional masyarakat. seperti yang telah di ajarkan orang tua kepada anak dan dilaksanakan dengan cara memberinya hadiah atau hukuman.

Perhatiannya yang utama adalah memutuskankan apakah sesuatu dengan norma-norma moral yang diakui oleh wakil-wakil masyarakat

2 Pembagian Superego dalam Psikologi

Dalam ilmu psikologi , Keperibadian superego terbagi atas 2 komponen yakni: ideal ego dan juga hati nurani.

Sumber: Global Integrity Anti-Corruption Evidence

Ideal ego

Ego ideal merupakan bagian dari superego yang terdiri dari standar dan aturan untuk perilaku dengan baik. Jadi, Perilaku ini termasuk salah satu perilaku yang diingankan oleh orang tua atau figur otoritas lainnya.

Saat mematuhi aturan dan ajaran ini akan mengarah pada perasaan bangga. dan ketika melanggar aturan ini maka akan mengarah pada perasaan bersalah.

Tidak jarang cita-cita ego dianggap sebagai citra yang dimiliki tentang diri ideal kita yang kita inginkan. Lalu citra inilah yang dijunjung sebagai individu yang ideal, dan sering menjadi teladan orang-orang yang dikenal.

Hati nurani

Nurani terbentuk atas aturan-aturan yang hanya saja perilaku itu dianggap buruk. Saat kita melakukan suatu tindakan yang sejalan dengan ideal ego, maka kita akan merasa senang atas diri kita sendiri atau bahkan bangga dengan apa yang kita capai.

dan Ketika kita berperilaku yang oleh hati nurani, maka kita anggap buruk, yang berdampak ke kita yang akan mengalami perasaan bersalah.

Peran

Perilaku utama Superego yaitu untuk terus menekan setiap dorongan id yang dinilai salah atau yang tidak dapat diterima baik secara sosial. Super-ego juga terus mencoba untuk mendorong ego agar berperilaku secara moral dibandingkan secara realistis. dan pada akhirnya, superego mampu membuatnya mencapai kesempurnaan moral, yang tanpa memperhitungkan kenyataan.

Letak

Superego terletak di seluruh tingkan kesadaran yaitu Sadar (Conscious), Prasadar (Preconscious), Tak Sadar (Unconscious).

Sumber: .rhsmpsychology

Karena itu, kita kadang-kadang bisa mengalami rasa bersalah namun tanpa memahami dengan tepat mengapa kita merasa seperti itu.

memang aneh

Ketika superego bertindak didalam daerah pikiran sadar, maka kita sadar akan perasaan yang akan dihasilkannya. Namun, ketika superego bertindak didaerah tak-sadar untuk menekan keinginan id, itu akan menyebabkan kita mungkin merasakan perasaan bersalah dan juga tidak ada pemahaman yang nyata tentang mengapa kita bisa merasakan seperti itu.

Kapan Superego Muncul Dalam diri Manusia

Di dalam teori Sigmund Freud tentang perkembangan psikoseksual, menempatkan superego sebagai komponen kepribadian terakhir yang wajib dikembangkan.

jika Id merupakan bagian utama dari kepribadian, dan sudah ada sejak lahir. kemudian, ego mulai berkembang pada usia 3 tahun pertama dalam kehidupan seorang anak. lalu Akhirnya, superego muncul di usia sekitar usia 5 tahun.

Keinginan yang berkontribusi dalam pembentukan superego sebenarnya tidak hanya terdira atas moral dan norma-norma yang telah kita peroleh dari orang tua, tetapi Superego juga mencakup gagasan tentang benar atau salah yang kita pelajari dari masyarakat dan juga budaya dilingkungan tempat kita hidup.

Sumber: Creative Market

Kesimpulan

Sebagian besar isi dari Superego adalah sadar dan secara langsung didapat melalui pemahaman endopsik. Tetapi, pemahaman kita tentang superego akan selalu cenderung buram ketika hubungan harmonis berada diantara itu dan ego.

Pada saat itu dapat dikatan bahwa keduanya selaras, yaitu pada kesempatan seperti itu, superego tidak dapat dilihat sebagai tempat yang berbeda untuk subjek itu sendiri atau penonton luar. Tata letaknya menjadi jelas hanya ketika mengelola hati nurani dengan getaran antagonis atau jika tidak ada yang lain dengan analisis, “tulis Anna Freud dalam bukunya tahun 1936,” Ego and Defense Mechanisms. “

Klarifikasi lain tentang apa yang superego adalah: “Sebuah superego, mirip dengan id, ternyata menjadi jelas dalam kondisi yang diciptakannya dalam pengertian diri: misalnya ketika analisisnya menimbulkan kesalahan,” ia melanjutkan untuk mengklarifikasi.

Lihat Pula

Referensi

  • Freud A. The Ego and the Mechanisms of Defense. Karnac Books. 1992.
  • Freud Yustinus Semiun (2010). Teori kepribadian dan terapi psikoanalitik. Yogykarta: Kanisius. hlm. 66
  • Cerry, K. (2019). Understanding the Role of Freud’s Superego. https://www.verywellmind.com/what-is-the-superego-2795876
  • Mahdani, L.O. (2020). Apa itu Superego? Teori Struktur Kepribadian Sigmund Freud. https://theory.id/apa-itu-superego
  • Colman, A. M. (2006). Oxford dictionary of psychology. New York, NY: Oxford University Press
  • goodtherapy. (2015). superego. https://www.goodtherapy.org/blog/psychpedia/superego
  • Harwood, R., Miller, S. A., & Vasta, R. (2008). Child psychology: Development in a changing society. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.

Note:

Theory.id hanya menggunakan sumber terpercaya, termasuk buku – buku oleh penulis yang berpengalaman, baca lebih lanjut.
Bagi yang sedang membuat Makalah tentang Teori Psikoanalisis oleh Sigmund Freud, dan mengambil beberapa dari tulisan ini.
Silahkan Copy dan Paste tulisan yang ada di “Referensi” kedalam “Daftar Pustaka”.
+58
0
Theory Team

Recent Posts

Biografi BJ Habibie: Guru Bangsa yang Mendunia

NamaB.J. HabibieLahir Afdeling Parepare, 25 Juni 1936 Profesi Insinyur Dikenal Karena Presiden Indonesia ke-3 BIOGRAFI B.J. HABIBIE…

2 hari ago

21 Trik Psikologi Keren Yang Wajib di Coba

Trik Psikologi dalam kehidupan merupakan Psikologi manusia, fisiologi, dan perilaku subyektif bekerja dengan cara yang…

7 hari ago

Daftar Nama Tempat Terpanjang Di Dunia

Biasanya nama tempat di dunia dibuat sangat disingkat untuk lebih mudah diingat dan juga pengucapan…

1 minggu ago

PARADOKS PINOKIO: “My Nose Grows Now!”

Paradoks adalah suatu kiasan di mana pernyataan tampak bertentangan dengan dirinya sendiri. Jenis pernyataan ini…

2 minggu ago

Teori Conscious, Preconscious & Unconscious Freud

Gagasan tiga tingkat pikiran (Conscious, Preconscious & Unconscious) bukanlah hal baru. Sigmund Freud , psikolog…

3 minggu ago

Psikoanalisis Sigmund Freud dalam Psikologi Lengkap

Psikoanalisis diartikan sebagai sebuah teori psikologi dan teknik terapi. Gagasan pokok pada psikoanalisis adalah meyakini…

3 minggu ago

This website uses cookies.